Jewel in the palace

Asal muasalnya gara-gara istri yang sering nonton sinetron. . . . . .

Ceritanya dimulai ketika bulan juli 2007 (lupa tepatnya). pada waktu itu kebetulan lagi berada dirumah. sewaktu sedang nonton acara kartun disalah satu televisi swasta di indonesia. sang istri dengan cerewetnya minta di ubah channelnya. . . ., akhirnya kutanyakan. “mau nonton apa sieh dek ? . . . ” . “Jang Geum” kata istriku.

Akhirnya setengah mengalah saya menggantikan channel TV tersebut karena pusing mendengarkan kecerewetan dari istriku.

kemudian saya menyalakan komputer yang ada disamping televisi. Setelah sekitar 15 menit “ngoprek si minerva (nama komputer linux ku)” istilah kerennya hehehe. . . . .  akhirnya terpancing juga mendengarkan percakapan si Jang Geum di TV. 

setalah 15 menit hanya mendengarkan saja karena pada waktu itu mata dan tangan masih sibuk mencet-mencet keyboard komputer, mataku mulai beralih ke televisi, dan akhirnya si minerva ngak ku sentuh lagi, alias setelah 30 menit drama seri asia itu ditayangkan barulah saya mulai asyik mengikuti jalur cerita si Jang Geum hehehehe.

Kisah serial “Jewel in the palace” ini dengan Jang Geum sebagai aktrisnya sangat asyik untuk di tonton. jalan ceritanyapun sangat beragam. walaupun masih terkait dengan intrik perebutan kekuasaan sempat juga membuat penasaran.

Saking penasarannya akhirnya saya cari sinopsinya, karena pasti nanti kalo kerja ngak akan bisa nonton serial drama asia ini lagi hehehehe.

Synopsisnya kira2 sebagai berikut

Ceritanya sendiri diadaptasi dari sejarah Korea (500 tahun lalu) yang berkisah tentang seorang wanita bernama Jang Geum yang menjadi the first female royal physician pada masa pemerintahan dinasti Joseon di Korea yang dipimpin oleh Raja Jungjong. Jang Geum sebelumnya berprofesi sebagai Juru Masak (dayang) di istana dan harus tersingkir dari istana karena suatu konspirasi. Namun karena keahlian medisnya, Jang Geum dapat kembali ke istana dan menjadi tenaga medis wanita (medical woman) kepercayan keluarga kerajaan. Intrik film ini berkutat di kalangan pegawai istana.
Yang menarik dari drama asia ini adalah peran para pegawai istana, yang terlihat sepele namun ternyata bisa mempengaruhi kebijakan politik suatu kerajaan secara tidak langsung. Daya pikat lainnya (selain figur Dae Jang Geum) tentunya adalah budaya Korea, termasuk kuliner, fashion, dan adat istiadatnya.

Jang-geum bisa menjadi ahli di dua bidang yaitu memasak dan pengobatan. Bahkan di akhir cerita dia berhasil mengoperasi ibu hamil dengan cara membelah perut ibu hamil tadi dengan pisau yang di sterilkan, padahal pada masa itu belum ada pembiusan. Ini merupakan terobosan baru di bidang kesehatan Korea masa itu.
Sifat Jang Geum yang pantang menyerah telah membuahkan banyak hasil. Sewaktu menjadi dayang istana, dia berhasil membuat masakan yang lezat meski pada saat itu indera perasanya mengalami gangguan. Tapi dia tetap mencoba dan mencoba sampai hasilnya memuaskan. Dayang lain yang merasa iri mencoba menjebak Jang-geum sehingga dia dihukum.

Menjalani masa hukuman di Pulau Che Ju dia juga tidak patah semangat, malah belajar pengobatan pada perawat hebat Jang-do. Dalam masa belajarnya, Jang-geum banyak mendapat banyak rintangan, tapi lagi² dia tetap mencoba dan berhasil masuk kembali ke istana dengan status sebagai perawat. Sungguh hebat.
Intrik dan politik yang menghiasi lingkungan istana tidak menggoyahkan Jang-geum. Banyak pihak yang iri, tidak sependapat dan banyak pula yang suka dengan Jang-geum. Pendapatnya tentang masalah kesehatan keluarga kerjaan sering mendapat kecaman dari tabib istana. Tapi Jang-geum tidak pernah menyerah. Kalau untuk urusan menyembuhkan orang dia akan rela menantang bahaya. Bahkan nyawanyapun dipertaruhkan.
Banyak teori serta pendapatnya yang didasari pengetahuan yang kuat tentang pengobatan yang terbukti berhasil. Hal ini kembali menimbulkan iri hati banyak pihak.
Ditengah konflik ini muncul sang raja yang sempat menaruh hati pada Jang-geum. Tapi Jang-geum sudah mencintai seseorang yang kelak menjadi ayah dari anaknya yaitu Jeung-ho. Cinta segitiga ini mewarnai kehidupan Jang-geum di istana, selain masalah penyakit raja yang semakin memburuk.Sang raja sampai akhir hayatnya masih berusaha melindungi Jang-geum dan mempersatukannya dengan Jeung-ho yang diasingkan karena dianggap mengacaukan istana.

Bertahun-tahun sejak kejadian itu, Jang-geum yang sudah memiliki seorang putri yang banyak mewarisi sifatnya bernama Soo-hyun, masih mempraktekkan ilmu pengobatannya untuk membantu rakyat jelata. Permaisuri yang mendengar hal ini memanggil Jang-geum kembali ke istana, namun setelah mempertimbangkan dengan masak, Jang-geum menolak dan memilih tetap hidup diantara rakyat. Permaisuri mengabulkan dengan syarat Jang-geum tetap ada ketika dibutuhkan.

Menurut Jang-geum, banyak yang telah dia peroleh dari istana tapi dia juga kehilangan banyak hal yang penting dalam hidupnya ketika tinggal di istana. Hidupnya yang susah tidak membuatnya putus asa karena menurutnya tidak ada kata susah kalau menguasai pengobatan.

Jang-geum . . . . . . . . . . . Jang-geum . . . . . . . . . gara-gara istriku akhirnya ada juga serial drama televisi yang aku jadikan dan ambil sisi baiknya.

3 thoughts on “Jewel in the palace

  1. XXX says:

    Wah bisa romantis juga nih bung aan…

  2. arvian says:

    haiii,,,,,,,,,pengagum jangeum juga ya, sama bang, salam kenal ja ya,,
    gw suka ngt tu ma serial drama yang satu ini gw uda nonton 2 kali tu,, ok bgt ya>>> setuju khan

  3. agustiono says:

    hehehehe , yups mas arvian, itu gara2 istri tuh ngeliat janggeum, tapi sejujurnya memang saya salut tuh sama si janggeum. orang yg tidak mudah putus asa dan tidak cengeng. selalu berpikir untuk maju, tidak pernah berbuat jahat walaupun dirinya difitnah ataupun dijahili. serta satu lagi…..ulet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s