Salah Kaprah tentang Open Source “gratis . . .

Pagi…pagi…. dah sampe kantor.

Jam 7 kurang dah sampe kantor hehehehe…. rajin banget yah, padahal temen-temen yang lain masuk jam 1/2 8 atau jam 8 lewat hehehehe…

tapi sebodo amat, emang gue pikirin hehehe, lagi pula kalo dateng pagi, n maen internet masih cepet , karena belum banyak yang pake hihihihi.

Pada saat browsing iseng-iseng ke web http://linux.or.id , yah wadahnya perkumpulan org linux di indo dech… tapi g ngak jadi membernya loeh walaupun dah ke website tersebut lama n juga karena g memakai linux, yah karena kesibukan dan juga karena males kali yah,hari libur cuman minggu, n kalo libur yah tidur aja dirumah dech hehehehehe….

Di web tersebut ada artikel yang menurut saya sangat menarik………”Komunitas GNU/Linux dan Support” , di artikel tersebut dibahas tentang salah kaprahnya pengertian “GRATIS/FREE”, dikatakan banyak newbies atau orang yang ingin belajar tentang linux akan tetapi harus di suapi dari A sampai Z.

Kaitannya dengan komunitas adalah, banyaknya Linuxer (terutama pemula) yang berharap segala-galanya gratis. CD/DVD dianterin ke rumah, tutorial, dikirimin via email, bisa nanya via sms (yg bales pake pulsa juga lo!), dan sebagainya.

And kalau tidak dilayani atau solusinya tidak ketemu, ngambek, marah-marah, “ngancem” mau kembali menggunakan windows lagi. Well, GNU/Linux tidak sakit hati.”

dengan membaca kalimat diatas saya jadi sedikit tersenyum hehehehe…..

seperti seorang anak yang ngambek sama ibunya hehehehe…… padahal dulu ketika saya belajar linux, seseorang yang mengajari saya hanya berkata “U dalam waktu satu bulan harus bisa menguasai “gateway dan router”, “mail server”, “DNS server”,”web server + program web nya”,”DATABASE server”,n “proxy”. setelah 1 bulan g mau liat hasilnya” begitu kata master yang ngajarin g.

yah pada saat itu g belum tau apa-apa tentang linux, tahun 2002 akhir, sebelumnya selalu pake jendela. tapi apa daya, dikarenakan keinginan buat belajar ada, n lagi pula setelah dipikir-pikir fasilitas pada waktu itu gratis hehehe…… (internet pake punya kantor, CD Burn minta sama bagian GA, praktek di komputer kerja milik kantor) setelah saya pikir-pikir hehehe itu semua gratis, kecuali makan sama ongkos dari rumah ke kantor, tapi juga ngak make ongkos karena selama 1 bulan hanya 4 kali pulang kerumah hehehehe.

nah sekarang tinggal siapa yang mau ditanya. ngak mungkin tanya sama master/guru g, karena dia pasti akan bilang “mirip anak ayam kau ini, apa-apa minta”, atau “manja sekali kau ini, memangnya kau anak-anak, sana cari sendiri solusinya”.

yah akhirnya mencobalah bertanya sama om google…. hehehe ternyata om google baik hati mau memberi tahukan jawabnya, walaupun kadang-kadang die juga kesel sampai menggunakan bahasa antah berantah yang g sendiri jg ngak tau artinya. tapi om google juga berbaik hati memberikan clue-clue nya….

yah akhirnya dalam waktu sebulan bisa dech tugas di selesaikan….. kalo inget kejadian seperti itu, betapa berat jalan untuk bisa menggunakan si pingguin. sampai rela menginap di kantor, bertanya sama om google, pengetahuan si pingguin yang dari NOL besar, ……..

tapi dari hasil semua itu ada hikmahnya, bisa menceritakan kepada pengunjung web ini tentang beratnya agar kita menjadi bisa. betapa susahnya pengorbanan untuk menjadi bisa, sampai jika pembaca seorang pernah mendengar “belajarlah sampai ke negri cina”, yang artinya jika ingin bisa yah harus bersusah payah dahulu, harus berjuang….. jangan jadi anak yang manja…, linux dan komunitas telah memberikan sarana, akan tetapi jangan mempush mereka dengan kemanjaan. toh mereka tidak kita bayar…. toh mereka hanya membantu…. kalo mereka tidak mau membantu (saya rasa bukan karena tidak mau membantu, akan tetapi sibuk atau ada keperluan lain) yah jangan marah, namanya saja minta tolong kok, yah kalo ngak dapat jangan marah hehehehe…..

saya sangat mendukung komunitas open source semacam itu. Ilmu itu hal yang mahal. mereka sudah berbaik hati memberikan ilmu yang mereka miliki tanpa imbalan sedikitpun. coba jika anda sekolah / atau kursus . . . hmmm butuh berapa biaya yang harus dikeluarkan… butuh berapa banyak waktu ?…. wajar kalo disitu anda marah-marah kalo tidak mendapat apa yang di inginkan…. kalo anda marah-marah di komunitas yang open source hehehe sangat kekanak-kanakan sifat anda😀.

Dah ah segitu aja, dah lama ngak nulis blog sieh, jadi yah bales tulisan-tulisan bulan sebelumnya dech hehehehe

Thanks to http://linux.or.id/node/1971 Hidup Open source Indonesia. biarlah mereka pindah ke jendela kalo menganggap linux itu susah, mungkin hanya sampai disitu semangat mereka, Life Goes On my bro . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s